Sahabatku melebihi saudaraku…
Sahabat itu adalah kebutuhan bagi setiap manusia di dunia ini. Ya, aku pun merasa demikian, aku butuh mereka layaknya aku butuh makan dan minum, kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh setiap perut manusia. Hehe. Sesuai dengan judulnya, hal ini berkaitan dengan kehidupanku sekarang. Sejujurnya aku merasa sangat nyaman diperhatikan oleh sahabatku, mungkin kalau dia baca kepalanya jadi gede alias GR.Hahaha.
Sahabatku melebihi saudaraku sendiri. Ya, bahkan dia memperhatikanku dengan sangat baik, care, perhatian (kadang – kadang aja sih..) selalu menginginkan yang terbaik buatku. Eh, kata Iphan engga dink “Terbaik itu subyektif dan relatif, terbaik buat dia tapi belum tentu terbaik buat kita” wah aku jadi merembet ke masalah pacaran misalnya. Ada sepasang kekasih, sebut saja BUNGA, hahaha…bukan ding. Diandaikan namanya ndeso aja lah, Painem ama Sukijo. Hahaha. .
Sukijo rela berkorban dan mati untuk mempertahankan cintanya dengan Painem, mungkin bagi Sukijo itu terbaek buat dia tapi bagi Painem hal itu merupakan tindakan egois Sukijo, padahal Painem merasa ditinggalkan, kehilangan dll. Tapi bila itu dikaitkan sama sahabatku, walau kita beda kota, beda tahun kelahiran, bagiku dia adalah segalanya, mulai dari temen, sahabat, saudara juga..
thanks God dah punya sahabat kayak dia..
March 19, 2009 at 6:22 pm
Bagiku, shabatku itu sudah seperti temen, shabat, saudara dan menjadi bagaian dari cerita hidupku dan sebagian hidup ini..
Aku merasa rindu untuk bertemu lagi..